Adbox

Sabtu, 29 Juli 2017

Sekilas Sejarah Kopi Temanggung




Kopi berasal dari bahasa Arab “Qahwa”, yang berarti kuat atau terjaga. Kopi mulai menjadi primadona Bangsa Eropa. Kemudian pemerintah kolonial Belanda membawa biji kopi Arabica yang berasal dari jazirah Arab ke daerah jajahannya, termasuk Indonesia.

Di wilayah semenanjung arab kopi terkenal dengan nama qahveh khaneh, saat itu kopi tidak hanya dinikmati di rumah penduduk, namun juga sudah mulai berdiri kedai-kedai kopi hingga akhirnya menjadi tempat silaturahmi antar warga, namun tidak hanya itu saja di kedai kopi juga menjadi tempat mendengarkan musik, melihat penampilan artis, bermain catur dan tempat untuk bertukar informasi terbaru. dan dalam waktu singkat kedai kopi menjadi pusat pertukaran informasi dan menjadi referensi utama, hingga mendapat julukan " Schools of the Wise".

Perkembangan penyebaran Wine of Araby semakin menyebar dengan berdatangannya jamaah haji ke makkah setiap tahunnya.

Kopi Temanggung awalnya hanya dipasarkan melalui warung-warung dan masyarakat sekitar. Kopi Temanggung juga dikemas dalam kemasan plastik biasa tanpa merk. Kemudian sekitar tahun 2008, Kopi Temanggung dikemas dengan desain yang lebih menarik dan diberi merk dagang. Beberapa pengusaha kopi di Indonesia mulai melirik Kopi Temanggung untuk dipasarkan di kota-kota mereka.
Di Temanggung tidak banyak jeis kopi, hanya ada dua jenis kopi yang populer yaitu Arabica dan Robusta.
kopi Arabica dan kopi Robusta Temanggung memiliki ciri dan karakter khas tersendiri. Arabica memiliki cita rasa khas, yaitu asam yang tertinggal lama di mulut. Robusta memiliki aroma lebih harum dibandingkan kopi robusta daerah lain.
Posting Komentar
Adbox