Adbox

Kamis, 01 Juni 2017

Hasil Penelitian Musik bikin Bahagia


Hasil Penelitian tentang musik

Ketika kita mendengarkan musik, alunan nada yang masuk ke dalam telinga akan diproses oleh Cerebrum, yaitu bagian otak yang mempengaruhi emosi. terlebih jika kita mendengarkan musik yang benar-benar kita sukai. Soalnya, aktivitas otak ketika mendengarkan musik sama dengan aktivitas otak ketika kita merasakan emosi yang menyenankan.

Musik Mempengaruhi Pola Kerja Otak. Kira-kira sejak kita berumur lima bulan. Seiring pertambahan usia, pengaruh musik terhadap pola kerja otak bertambah banyak.
Menurut Valorie Salimpoor, seorang neuroscientist dari McGill University, Montreal, Kanada, musik dapat menstimulasi bagian otak yang memunculkan rasa bahagia. Jika kita mengikuti alunan musik dan memikirkan irama atau nada apa yang akan didengarkan setelahnya akan membuat kita jadi lebih semangat.

Penelitian ini telah dilakukan oleh berbagai kalangan diberbagai negara termasuk penulis sendiri. Sejak usia 12thn saya mulai belajar cara memainkan beberapa jenis alat musik hingga dewasa music menjadi hobi yang tak terpisahkan. Hampir semua jenis alat music pernah penulis mainkan. Mulai mengikuti komunitas musik, membuat grup band, hingga membuat beberapa lagu sendiri semua sudah dilakukan. Sekitar usia 19thn saya dan teman-teman kerap sekali memenangkan kompetensi baik lokal maupun dibeberapa kota. Al hasil adalah kepuasan dalam seni. Kemudian membuat Rekaman dengan komputerisasi layaknya studio rekaman juga selesai dilakukan. Namun berhenti dititik ini, semua hasil karya hanya disimpan dalam sebuah file dan tidak dilakukan tindakan selanjutnya. Musik ternyata bukan pilihan yang menjanjikan untuk penghasilan utama bukan? Karena kami bukan band terkenal dan tak akan dikenal.
Semua itu tidak menjadikan hal yang sia-sia begitu saja. Buktinya saya dan temen musik saya punya keahlian untuk membuat Studio Recording Digital dan mengelolanya. Kami kerap juga dapat orderan Recording , lumayanlah buat sampingan. Kembali ke topik !
Setelah beberapa tahun saya tinggalkan, bukan lagi pemain ataupun pembuat musik tapi saya beralih 100% menjadi " Penikmat Musik ". Tapi bukan sekedar sebagai pendengar musik biasa tentunya. Jangan heran bila bertemu saya sedang mengenakan Headset entah dipakai atau tidak, tapi musik sudah menjadi bagian hidup saya.
 


Oke topik ini pada dasarnya hanya penjelasan singkat saja. Mengenai jenis irama yang bermacam-macam tidak perlu dijelaskan  detail disini sepertinya, walaupun setiap jenis musik mempunyai karakter sendiri-sendiri dan orang yang menyukainya berarti mempunyai karakter pribadi yang berbeda-beda pula. Tapi penting saya jelaskan adalah justru kualitas suara menjadi faktor yang mempengaruhi refleks otak kita untuk menangkap irama musik yang kita dengar. Kualitas suara yang berisik tak menentu membuat telinga kita menolak untuk mendengarkannya. Padahal dari hasil penelitian saya sendiri bahwa Musik yang akan mudah diterima adalah musik dengan kualitas suara frekuensi  full range artinya semua suara yang ada terdengar semua walaupun level volume kecil, misal: drum, bas, gitar, piano, vocal, back vocal, instrumen dll, smua bisa didengar bersamaan tanpa satupun tertinggal akibat gangguan suara dari luar, maupun akibat anda setting equaliser terlalu berlebihan. Atau mungkin anda memang benar-benar tidak mengerti. Dan yang paling penting adalah hasil suara benar- benar Stereo dengan suara Left dan Right terpisah. Headset menjadi pilihan terbaik untuk mendengarkan musik karena simple, praktis & bisa dibawa kemanapun.
Untuk jenis ruangan kita sangat membutuhkan kualitas suara stereo dengan keaslian suara secara nyata, sound ini tidak akan didapatkan dengan speaker aktif biasa yang dijual dipasaran. Berdasarkan uji coba yg saya teliti bertahun tahun kini telah ditemukan jawabannya,, yaitu Perangkat Home Theater minimal 5-chanel yang terdiri dari 1 subwofer ,2 speaker Front L/R, dan 2 Speaker Rear L/R.
Sebuah Cafe sebaiknya memang memiliki perangkat ini dengan penataan seperti ini:



Suara yang dihasilkan dalam ruangan Cafe tidak akan terlalu keras, cukup suara yang sangat pelan namun begitu nyata dan jelas, tidak berisik dan kitapun bebas ngobrol tanpa terganggu suara musik, justru akan membuat suasana romantisme bila anda bersama dengan kekasih
Bila anda sendirian, jangan khawatir, saya punya tips dan cara ini sering saya lakukan di Kafe ataupun dirumah ketika pikiran sedang kurang jernih akibat problematika dunia.
  1. Buatlah atau Pesanlah kopi yang anda suka kepada barista bila di Kafe
  2. Mulai dengarkan lagunya dengan headset ataupun langsung dari ruangan tersebut.Bila anda perokok silahkan merokok,
  3. Intinya buatlah anda duduk rilexs senyaman mungkin
  4. Lupakan segala urusan dunia anda apapun itu, fokuskan dan resapi saja bahwa " ...inilah nikmat , dari Tuhan untukku" syukurilah
  5. Hmmm...gimana?
  6. Jangan lupa ya, anda masih punya kerjaan yang belum selesai dan harus segera meninggalkan tempat itu.
Silahkan baca artikel saya yang lain tentang Music di Website lain dengan judul :
 - Music, Dzikir, dan Cinta

Posting Komentar
Adbox